MANUSIA

Manusia diciptakan oleh Allah menurut GAMBAR ALLAH. Betul-betul seperti Allah. Diciptakan seperti Allah, apa maksudnya?

Kejadian 1:26 = Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Genesis 1: 26 = Then God said, “Let Us make man in Our image, according to Our likeness; let them have dominion over the fish of the sea, over the birds of the air, and over the cattle, over all the earth and over every creeping thing that creeps on the earth.” (NKJV)
 

1. Mose 1: 26 = Und Gott sprach: “Lasset uns Menschen machen, ein Bild, das uns gleich sei, die da herrschen über die Fische im Meer und über die Vögel unter dem Himmel und über das Vieh und über alle Tiere des Feldes und über alles Gewürm, das auf Erden kriecht.  

***

Kejadian 1:27 = Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Genesis 1:27 = So God created man in His own image, in the image of God He created him; male and female He created them. (NKJV)

1. Mose 1:27 = Und Gott schuf den Menschen zu seinem Bilde, zum Bilde Gottes schuf er ihn; und schuf sie als Mann und Weib.  

***

Didalam theologi pengertian gambar Allah ialah:

1) SECARA UMUM

Menunjuk kepada bakat-bakat KODRATI = Allah menjadikan manusia sebagai mahluk yang berbeda dengan binatang. Bakat kodrati seperti Allah, maksudnya Allah sebagai Pribadi/Person. Jadi manusia juga sebagai Pribadi. Jadi manusia itu diciptakan oleh Allah dalam hal sebagai Pribadi – seperti Allah, tetapi BUKAN Allah!!

Diciptakan sebagai pribadi yang mempunyai:

1) Ratio
2) Emosi
3) Kehendak

yang dilengkapi dengan potensi-potensi/karunia-karunia yang luar biasa, rationya pintar sekali, emosinya anggun dan kehendaknya kuat.

Manusia ini berbeda dengan segala binatang, karena binatang tidak diciptakan menurut gambar Allah. Misalnya, binatang mempunyai otak tetapi tidak bisa disebut sebagai gambar Allah, karena binatang kualitasnya berbeda dengan manusia. Yang disebut gambar Allah itu seperti Allah dalam hal Pribadinya (jiwanya).

Manusia dan binatang keduanya mempunyai tubuh jasmani dan roh/nyawa. Tetapi kualitasnya berbeda, manusia mempunyai ratio, emosi dan kehendak. Sedangkan binatang tidak, karena binatang diciptakan tidak menurut gambar Allah. Walaupun binatang ada yang mempunyai kecerdasan, tetapi kualitasnya sangat rendah sekali dan tidak mempunyai emosi dan kehendak.

Puisi Adam sebelum jatuh dalam dosa, indah luar biasa.

Kejadian 2:22 = Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, di bangun-Nya lah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Genesis 2:22 = Then the rib which the LORD God had taken from man He made into a woman, and He brought her to the man. (NKJV)

1. Mose 2:22 = Und Gott der HERR baute ein Weib aus der Rippe, die er von dem Menschen nahm, und brachte sie zu ihm.

***

Kejadian 2:23 = Lalu berkatalah manusia itu: „Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.

Genesis 2:23 = And Adam said: „This is now bone of my bones. And flesh of my flesh; She shall be called Woman. Because she was taken out of Man.” (NKJV)

1. Mose 2:23 = Da sprach der Mensch: Das ist doch Bein von meinem Bein und Fleisch von meinem Fleisch; man wird sie Männin nennen, weil sie vom Manne genommen ist.

***

Kehebatan emosi manusia itu luarbiasa, pintarnya pun luar biasa, walaupun kelihatannya seperti dongeng, padahal itu bukan dongeng. Sebab apa? Kita sudah jatuh dalam dosa sehingga pikiran kita dikaburkan oleh pikiran yang sudah jatuh dalam dosa sehingga realita yang berbeda dengan realita yang dulu, sehingga kita memandang sesuatu yang amat sangat berbeda dengan jaman ini. Itu seperti dongeng saja, padahal itu realita yang terjadi historis.

2)  SECARA KHUSUS

Manusia diberikan bakat surgawi (bakat-bakat yang adi-kodrati, bakat yang supranatural). Ini menunjuk kepada kualitas-kualitas didalam diri manusia. Jadi setelah manusia jatuh dalam dosa, Kristus datang untuk mengangkat manusia kembali kepada posisi gambar Allah.

Gambar Allah itu apa?

= Memiliki KEBENARAN dan KEKUDUSAN sejati.

Efesus 4:24 = dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah didalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ephesians 4:24 =  and that you put on the new man which was created according to God, in true righteousness and holiness. (NKJV)

Epheser 4:24 = und zieht den neuen Menschen an, der nach Gott geschaffen ist in wahrer Gerechtigkeit und Heiligkeit.

***

= PENGETAHUAN yang sejati.

= KEBENARAN menunjuk kepada KEADILAN.

Kolose 3:10 = dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut yang benar menurut gambar Khaliknya.

Colossians 3:10 = and have put on the new man who is renewed in knowledge according to the image of Him who created him.

Kolosser 3:10 = und den neuen angezogen, der erneuert wird zur Erkenntnis nach dem Ebenbild dessen, der ihn geschaffen hat.

***

Pada mulanya manusia mempunyai kebenaran sejati didalam hatinya. Jadi bakat surgawi itu ditanamkan oleh Allah dalam hati manusia. Maka manusia didalam pertimbangan-pertimbangannya-pun, manusia bersifat adil.

Kekudusan = menunjuk kepada kualitas hati yang suci, tidak bercacat cela, menunjuk kepada KEBAJIKAN (= perbuatan yang benar dan memuliakan Allah).

Pengetahuan yang sejati = menunjuk kepada HIKMAT manusia.

Moral manusia disini masih sangat BAIK, kondisi manusia disini disebut memiliki ORIGINAL RIGHTEOUSNESS (= KEADILAN KEBENARAN YANG ASLI).

Keadilan kebenaran yang asli didalam kodrat manusia tidak ada cacatnya. Moralnya sungguh amat baik, memiliki keadilan dan pengetahuan sejati sebagai mahluk moral yang pertama kali diciptakan oleh Allah. Maka manusia sebagai mahluk moral harus ada persyaratannya: harus sukarela, tidak ada paksaan tetapi berdasarkan pilihannya sendiri.

Sebagai mahluk moral, manusia pertama memiliki KEHENDAK BEBAS, KEMAUAN BEBAS = maksudnya dihadapan Allah, manusia boleh memilih tindakannya sendiri, mau taat kepada Allah atau mau melawan Allah = kondisi positif.

Tetapi sifat kehendak bebas itu netral – potensi yang sangat baik tetapi juga mengandung bahaya yang besar. Maka bagi manusia pertama lebih mudah baginya jikalau menuruti kemauannya sendiri yang positif yaitu taat kepada Allah, karena manusia pertama memiliki original righteousness, jadi  manusia pertama lebih cenderung untuk menuruti kemauan Allah, sebab didalam dirinya sendiri itu sudah sangat baik. Kehendak bebas itu diberi karunia oleh Allah dan kenetralan untuk memilih yang baik atau yang jahat, karena dia sendiri itu baik, jadi baginya lebih mudah untuk memilih berbuat baik kepada Allah daripada melawan Allah.

Karena manusia itu memiliki kehendak bebas tanpa paksaan, maka apa yang dipilih oleh manusia itu, manusia harus bertanggung-jawab atas perbuatannya sendiri: mau taat kepada Allah atau mau melawan Allah.

+++

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s