(Catatan Rohani) PERJANJIAN ALLAH DENGAN MANUSIA

Setelah manusia diciptakan dengan gambar Allah dengan sikap moral yang luarbiasa yang mempunyai sifat-sifat Ilahi, sifat-sifat surgawi tetapi juga memiliki kesadaran moral yang sempurna, maka manusia berhadapan dengan Allah dan Allah mengadakan perjanjian:

COVENANT OF WORKS = PERJANJIAN PERBUATAN
(Istilah ini muncul dari golongan Reformed).
Isinya:

1. Adam bertindak sebagai WAKIL/ REPRESENTATIF/ KEPALA bagi seluruh keturunannya. Jadi kalau Adam bertindak dosa, maka seluruh keturunannya terkena dosa (Hawa tidak ditunjuk sebagai wakil, Tuhan hanya menunjuk Adam saja).

2. Manusia dengan ketaatan dan kesetiaan bila berhasil melalui ujian-ujian maka manusia beroleh HIDUP YANG KEKAL*). Tahap kesempurnaan yang paling tinggi adalah hidup kekal diusahakan melalui perbuatan-perbuatan. Ini sudah ada benih immortalitas, tetapi belum mencapai kepenuhan.

*) Hidup yang kekal = Hidup kekal bukan berarti masuk kedalam kekekalan, tetapi hidup dalam persekutuan dengan Allah yang kekal, Allah yang tak terbatas, dengan Allah sendiri bersatu didalam keterbatasannya sebagai manusia dengan Allah sendiri yang tak terbatas. Jadi manusia selama-lamanya diberi karunia untuk hidup tidak dapat berdosa.

3. PELANGGARAN didalam ujian menghasilkan PENGHUKUMAN YANG KEKAL. Jikalau Adam gagal, melanggar perjanjiannya dengan Allah, maka seluruh keturunan Adam kena hukuman – kebinasaan kekal.

Sebelum Adam jatuh dalam dosa, tidak ada kematian. Manusia diciptakan dalam wadah ruang dan waktu.

Pada kondisi manusia pertama (Adam + Hawa) mereka bisa tidak berdosa tetapi tidak bisa tidak berdosa, potensi untuk bisa berbuat dosa itu ada, sebab mereka diberi kemauan bebas.

Datangnya perintah untuk jangan mengambil buah pohon pengetahuan baik dan jahat adalah suatu ujian, apakah manusia sudah tahu untuk tidak makan buah tersebut? = Tahu, melalui wahyu umum + wahyu khusus – karena Allah sudah menanamkan pengetahuan itu didalam hati manusia (wahyu umum).

Cornelius Van Til, theolog Reformed (sudah meninggal) mengatakan bahwa sebelum diberitahu (wahyu khusus) manusia sudah tahu bahwa ia tidak boleh makan buah tersebut, karena Tuhan sudah menanamkan dalam hati manusia, itu sudah mencakaup hal-hal umum.

Kalau melalui wahyu khusus – berarti manusia belum tahu bahwa ia tidak boleh makan buah tersebut.

Kejadian 2: 16 = Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas;

Genesis 2: 16 = And the LORD God commanded the man, saying, “Of every tree of the garden you may freely eat; (NKJV)

1. Mose 2:16 = Und Gott der HERR gebot dem Menschen und sprach: Du darfst essen von allen Bäumen im Garten;

MALAIKAT YANG POSISINYA TINGGI
1. Gabriel
2. Mikhael
3. Lucifer – paling tinggi

Iblis memutar balikkan firman Allah dengan terang-terangan. Manusia pertama itu cerdas dan pintarnya luarbiasa. Tetapi iblis (= malaikat Lucifer) juga pintar sekali, karena dia diciptakan juga melalui gambar Allah.

Kejatuhan manusia dimulai dari PIKIRANNYA, pikirannya dirangsang oleh iblis.

Kejadian 3:6 = Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya-pun memakannya.

Genesis 3.6 = So when the woman saw that the tree was good for food, that it was pleasant to the eyes, and a tree desirable to make one wise, she took of its fruit and ate. She also gave to her husband with her, and he ate. (NKJV)

1. Mose 3:6 = Und das Weib sah, dass von dem Baum gut zu essen wäre und dass er eine Lust für die Augen wäre und verlockend, weil er klug machte. Und sie nahm von der Frucht und ass und gab ihrem Mann, der bei ihr war, auch davon, und er ass.

Disini manusia sudah berobah didalam hatinya – saat inilah manusia sudah jatuh. Pada waktu manusia belum didekati oleh iblis, manusia melihat buah pohon pengetahuan baik dan jahat itu didalam pengetahuan murni dan kesadaran moral Adam/Hawa, dengan muak – karena mereka tahu tidak boleh memakannya, tidak boleh dilihat-lihat atau diraba, apalagi memakannya. Karena didalam kodrat dirinya memang ia membenci hal-hal yang jahat. Disini adalah ujian, kalau dia bijaksana, maka dia tidak akan melirik-lirik buah tersebut.

Pada Kejadian 3:6 — sudah terjadi perubahan didalam hati manusia. Saat itulah terjadi kejatuhan dalam diri manusia. Jadi kejatuhan terjadi bukan pada saat memetik buahnya. Tetapi pada saat konsep pikirannya berubah. Memetiknya itu adalah buah daripada kejatuhan. Tadinya waktu melihat buah tersebut merasa muak, sekarang kok dilihat indah sekali. Ini karena sudah terkena bujukan iblis.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s