Kenangan Lucu di Barcelona

Image

Bila kubaca lagi pesan singkat Monik yang dikirim subuh jam setengah tiga dini hari ke Blackberry ku, pecah lagi tawaku. Geli dan lucu membayangkan bagaimana dia panik nggak jelas!  Hi hi hi ….

Ini adalah pengalaman Monik yang kedua kalinya pergi seorang diri ke luar negeri, tidak bersama keluarganya, tetapi bersama dengan rombongan dari kantornya tempat bekerja. Rombongannya berjumlah 30 orang. Kali ini tujuannya adalah kota Barcelona, di negara Spanyol. Masing-masing peserta rombongan mendapat satu kamar untuk satu orang. Nah ini baru pertama kalinya, Monik bepergian jauh dari tanah air (Indonesia) ke negara Eropah dan menginap di kamar hotel seorang diri.  Dulu yang pertama kali waktu bepergian ke luar negeri, tujuannya masih dekat, masih di satu rumpun negara Asia saja dan menginap di kamar hotel yang diperuntukkan untuk dua orang, yaitu dengan sesama kolega dari satu perusahaan.

Tetapi kali ini, karena peserta rombongan dari kantor yang berbeda namun masih satu induk perusahaan, maka peserta mendapat satu kamar untuk satu orang. Hotelnya besar dan bertingkat tinggi, kamarnya pun besar, terang dan nyaman, Hati Monik senang tetapi juga sedikit tidak biasa, karena tidak ada teman berbincang-bincang dan betul-betul sendirian. Setelah berkirim kabar kepada keluarga dan saudara bahwa dirinya telah tiba dengan selamat di kota Barcelona, kota impian untuk berwisata, kini tiba saatnya untuk beristirahat menikmati kenyamanan kamar dan Monik ingin segera bersiap tidur. Karena keesokan harinya, jam 9 pagi Monik harus sudah siap untuk menghadiri seminar yang akan dilangsungkan di salah satu ruangan hotel tersebut.

Tiba-tiba tengah malam sekitar jam setengah tiga subuh dini hari, Blackberry ku berdering. Aku terbangun dan mengira ada pesan penting, maka cepat-cepat aku meraih handphoneku itu dan melihat siapa yang mengirim pesan tengah malam begini. Ternyata dari Monik!  Cepat-cepat aku baca pesannya, hatiku agak kuatir kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan.

Begini tulisan pesannya Monik:

“Aku terbangun, lihat jam setengah delapan pagi, wah sudah waktunya breakfast, aku lompat bangun, gosok gigi, mandi dan tukar baju. Telpon teman di kamar lain tidak diangkat, aku pikir sudah pada turun semua, aku cepat-cepat turun ke lantai bawah kok masih gelap, aku naik ke lantai 29 tempat ruangan untuk workshop, kok masih gelap juga. Aku balik turun lagi ke lantai 22 ke tempat kamarku. Aku ketok-ketok kamar teman, baru ketok baru sadar jam tangan yang aku pakai terbalik!!  Whua … . Sekarang tidak bisa tidur lagi, perut lapaar …!”

Ha ha ha …

Pecah lagi tawaku membacanya sambil membayangkan kejadian tersebut.  Ada-ada saja leluconnya di subuh dini hari, di Barcelona lagi .. hi hi hi …