CATATAN ROHANI

Tatkala saya sedang membersihkan gudang dan membongkar sebuah kardus yang berisi buku-buku usang masa kuliah dulu (19 tahun yang lalu – 1994), penglihatan saya tertarik pada sebuah map yang sudah kumal berisi 10 lembar catatan yang diketik rapih. Kertasnya juga sudah kumal dan sobek-sobek pinggirannya. Mengapa masih saya simpan disini ya?

Saya baca lembar pertama sekilas, oh .. ternyata ini catatan pelajaran Alkitab yang dulu pernah saya catat oret-oret kemudian saya ketik. Saya sudah hampir melupakannya! Saya mulai bolak-balik lembarannya, dan membacanya sekilas. Wah.. semakin menarik dan walau sudah lama tetapi isi catatannya tetap uptodate.  Wah, sayang sekali kalau sampai terbuang begitu saja.

Setelah 3 bulan berlalu, barulah saat ini saya dapat menuangkan isi catatan tersebut dan menyimpannya di blog saya ini. Menghadirkan catatan ini selain akan sangat berguna kembali buat saya sendiri, juga baik buat orang lain yang ikut membacanya. Dengan mengetik kata demi kata yang merangkai sebaris kalimat, pikiran saya terisi kembali dengan pengetahuan rohani, serasa disegarkan kembali ingatannya.

Saya akan mulai saja mengetiknya, sekalian menguji ketrampilan jari-jemari saya, apakah masih dapat menari lincah diatas Keyboard Computer seperti masa lalu? Catatan rohani ini membahas tentang doktrin MANUSIA.

*************************************************************************

MANUSIA

Manusia diciptakan oleh Allah menurut GAMBAR ALLAH. Betul-betul seperti Allah.

Diciptakan seperti Allah, apa maksudnya?

Kejadian 1:26 = Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Genesis 1: 26 = Then God said, “Let Us make man in Our image, according to Our likeness; let them have dominion over the fish of the sea, over the birds of the air, and over the cattle, over all the earth and over every creeping thing that creeps on the earth.” (NKJV)

1. Mose 1: 26 = Und Gott sprach: “Lasset uns Menschen machen, ein Bild, das uns gleich sei, die da herrschen über die Fische im Meer und über die Vögel unter dem Himmel und über das Vieh und über alle Tiere des Feldes und über alles Gewürm, das auf Erden kriecht.

 ***

Kejadian 1:27 = Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Genesis 1:27 = So God created man in His own image, in the image of God He created him; male and female He created them. (NKJV)

1.Mose 1:27 = Und Gott schuf den Menschen zu seinem Bilde, zum Bilde Gottes schuf er ihn; und schuf sie als Mann und Weib.

***

Didalam theologi pengertian gambar Allah ialah:

1) SECARA UMUM

Menunjuk kepada bakat-bakat KODRATI = Allah menjadikan manusia sebagai mahluk yang berbeda dengan binatang. Bakat kodrati seperti Allah, maksudnya Allah sebagai Pribadi/Person. Jadi manusia juga sebagai Pribadi. Jadi manusia itu diciptakan oleh Allah dalam hal sebagai Pribadi – seperti Allah, tetapi BUKAN Allah!!

Diciptakan sebagai pribadi yang mempunyai:

1) Ratio

2) Emosi

3) Kehendak

yang dilengkapi dengan potensi-potensi/karunia-karunia yang luar biasa, rationya pintar sekali, emosinya anggun dan kehendaknya kuat.

Manusia ini berbeda dengan segala binatang, karena binatang tidak diciptakan menurut gambar Allah. Misalnya, binatang mempunyai otak tetapi tidak bisa disebut sebagai gambar Allah, karena binatang kualitasnya berbeda dengan manusia. Yang disebut gambar Allah itu seperti Allah dalam hal Pribadinya (jiwanya).

Manusia dan binatang keduanya mempunyai tubuh jasmani dan roh/nyawa. Tetapi kualitasnya berbeda, manusia mempunyai ratio, emosi dan kehendak. Sedangkan binatang tidak, karena binatang diciptakan tidak menurut gambar Allah. Walaupun binatang ada yang mempunyai kecerdasan, tetapi kualitasnya sangat rendah sekali dan tidak mempunyai emosi dan kehendak.

Puisi Adam sebelum jatuh dalam dosa, indah luar biasa.

Kejadian 2:22 = Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, di bangun-Nya lah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Genesis 2:22 = Then the rib which the LORD God had taken from man He made into a woman, and He brought her to the man. (NKJV)

 1.Mose 2:22 = Und Gott der HERR baute ein Weib aus der Rippe, die er von dem Menschen nahm, und brachte sie zu ihm.

 ***

Kejadian 2:23 = Lalu berkatalah manusia itu: „Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.

Genesis 2:23 = And Adam said: „This is now bone of my bones. And flesh of my flesh; She shall be called Woman. Because she was taken out of Man.” (NKJV)

1.Mose 2:23 = Da sprach der Mensch: Das ist doch Bein von meinem Bein und Fleisch von meinem Fleisch; man wird sie Männin nennen, weil sie vom Manne genommen ist.

***

Kehebatan emosi manusia itu luarbiasa, pintarnya pun luar biasa, walaupun kelihatannya seperti dongeng, padahal itu bukan dongeng. Sebab apa? Kita sudah jatuh dalam dosa sehingga pikiran kita dikaburkan oleh pikiran yang sudah jatuh dalam dosa sehingga realita yang berbeda dengan realita yang dulu, sehingga kita memandang sesuatu yang amat sangat berbeda dengan jaman ini. Itu seperti dongeng saja, padahal itu realita yang terjadi historis.

2)  SECARA KHUSUS

Manusia diberikan bakat surgawi (bakat-bakat yang adi-kodrati, bakat yang supranatural). Ini menunjuk kepada kualitas-kualitas didalam diri manusia. Jadi setelah manusia jatuh dalam dosa, Kristus datang untuk mengangkat manusia kembali kepada posisi gambar Allah.

Gambar Allah itu apa?

= Memiliki KEBENARAN dan KEKUDUSAN sejati.

Efesus 4:24 = dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah didalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ephesians 4:24 =  and that you put on the new man which was created according to God, in true righteousness and holiness. (NKJV)

Epheser 4:24 = und zieht den neuen Menschen an, der nach Gott geschaffen ist in wahrer Gerechtigkeit und Heiligkeit.

***

= PENGETAHUAN yang sejati.

= KEBENARAN menunjuk kepada KEADILAN.

Kolose 3:10 = dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut yang benar menurut gambar Khaliknya.

Colossians 3:10 = and have put on the new man who is renewed in knowledge according to the image of Him who created him.

Kolosser 3:10 = und den neuen angezogen, der erneuert wird zur Erkenntnis nach dem Ebenbild dessen, der ihn geschaffen hat.

***

Pada mulanya manusia mempunyai kebenaran sejati didalam hatinya. Jadi bakat surgawi itu ditanamkan oleh Allah dalam hati manusia. Maka manusia didalam pertimbangan-pertimbangannya-pun, manusia bersifat adil.

Kekudusan = menunjuk kepada kualitas hati yang suci, tidak bercacat cela, menunjuk kepada KEBAJIKAN (= perbuatan yang benar dan memuliakan Allah).

Pengetahuan yang sejati = menunjuk kepada HIKMAT manusia.

Moral manusia disini masih sangat BAIK, kondisi manusia disini disebut memiliki ORIGINAL RIGHTEOUSNESS (= KEADILAN KEBENARAN YANG ASLI).

Keadilan kebenaran yang asli didalam kodrat manusia tidak ada cacatnya. Moralnya sungguh amat baik, memiliki keadilan dan pengetahuan sejati sebagai mahluk moral yang pertama kali diciptakan oleh Allah. Maka manusia sebagai mahluk moral harus ada persyaratannya: harus sukarela, tidak ada paksaan tetapi berdasarkan pilihannya sendiri.

Sebagai mahluk moral, manusia pertama memiliki KEHENDAK BEBAS, KEMAUAN BEBAS = maksudnya dihadapan Allah, manusia boleh memilih tindakannya sendiri, mau taat kepada Allah atau mau melawan Allah = kondisi positif.

Tetapi sifat kehendak bebas itu netral – potensi yang sangat baik tetapi juga mengandung bahaya yang besar. Maka bagi manusia pertama lebih mudah baginya jikalau menuruti kemauannya sendiri yang positif yaitu taat kepada Allah, karena manusia pertama memiliki original righteousness, jadi  manusia pertama lebih cenderung untuk menuruti kemauan Allah, sebab didalam dirinya sendiri itu sudah sangat baik. Kehendak bebas itu diberi karunia oleh Allah dan kenetralan untuk memilih yang baik atau yang jahat, karena dia sendiri itu baik, jadi baginya lebih mudah untuk memilih berbuat baik kepada Allah daripada melawan Allah.

Karena manusia itu memiliki kehendak bebas tanpa paksaan, maka apa yang dipilih oleh manusia itu, manusia harus bertanggung-jawab atas perbuatannya sendiri: mau taat kepada Allah atau mau melawan Allah.

+++

Telitilah hasratmu ..

  • Apakah yang aku inginkan, apa mau ku?
  • Dimana aku berada sekarang?
  • Apa yang ada diantara diriku dan keinginanku
  • Apakah imbalan-imbalannya?
  • Apakah semua itu cukup berharga bagiku?

Sebagian besar kegiatan kita diatur oleh pikiran bawah sadar. Oleh karena itu tiap usaha untuk mengatur pikiran yang SADAR selalu gagal. Bila anda merasa senang dan puas, kondisi fisik anda baik. Anda lebih effisien melakukan tugas2 dan lebih menyenanginya. Tiada kebahagiaan yang sejati, bilamana apa yang kita yakini berbeda dengan perbuatan kita.

Kita tidak lahir bahagia, namun kita belajar bagaimana bisa bahagia.

**********************************************************************

 

WAHYU ALLAH SEBELUM MANUSIA JATUH DALAM DOSA

Sebagai manusia yang diciptakan dalam gambar Allah, Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui:

I) Alam semesta – sebagai wahyu umum

II) Firman-Nya sendiri – sebagai wahyu khusus

I) WAHYU UMUM

Wahyu Allah itu ada didalam seluruh ciptaan Allah, termasuk juga manusia dan didalam diri manusia itu sendiri juga ditanamkan wahyu umum.

Melalui alam semesta manusia belajar mengenai Allah didalam keberadaan-Nya, hikmat Allah, keilahian Allah, juga kekuasaan Allah, kemaha-kuasaan Allah.

Didalam diri manusia ditanamkan wahyu umum, yaitu dia memiliki

1) HATI NURANI

Hati nurani adalah hukum-hukum Allah yang ditanamkan oleh Allah didalam hati manusia, sehingga tanpa diberitahu, manusia dapat mengetahui ini benar atau ini salah. Ini kondisi hati manusia pertama sebelum kejatuhan dalam dosa. Jadi hukum-hukum moral dari Allah sudah ditanamkan dalam hati manusia itu seperti: jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri .. dan seterusnya, karena waktu itu kondisi manusia pertama masih baik sehingga hukum-hukum Allah, hukum moral yang umum sudah diketahui oleh manusia pertama dengan sendirinya.

2) SENSE OF DEITY = Manusia ada kesadaran mengenai Penciptanya didalam dirinya.

Adam dan Hawa didalam hatinya sudah memiliki kesadaran akan keberadaan Allah, tidak perlu bukti macam-macam, pokoknya dia sadar akan Penciptanya dan dia ingin selalu dekat dengan Allah. Hati nurani untuk mengingatkan dia mana yang benar dan mana yang salah, sehingga dia mau menyembah Allah, mau berbakti kepada Allah. Kondisi yang seperti ini menjadikan manusia sebagai mahluk bermoral mempunyai kesadaran moral yang sempurna. Jadi dengan hati nurani dan sense of deity manusia memiliki kesadaran moral yang sempurna didalam dirinya. Dia sebagai mahluk yang berdiri secara langsung dihadapan Allah, dia harus bertanggung-jawab atas segala perbuatannya, memilih segala tindak-tanduknya berdasarkan kesadaran yang betul-betul penuh pengetahuan, didalamnya ada kebenaran dan mengandung hikmat.

II) WAHYU KHUSUS

Pada waktu manusia pertama diciptakan, Allah berbicara kepada manusia secara berhadapan muka, tidak melalui kitab suci.

Wahyu khusus kepada manusia berfungsi untuk memberi arti/tujuan kepada wahyu umum. Jadi kalau manusia melihat alam semesta (= wahyu umum). Sekarang bagaimana dia mengerti artinya alam semesta itu diciptakan? Itu wahyu khusus, yang tidak dimengerti oleh wahyu umum.

Allah berbicara secara langsung maksudnya alam semesta ini diciptakan untuk apa? Lalu Allah berfirman: berkembang biaklah, penuhilah bumi ….dan seterusnya  = ini wahyu khusus. Untuk interpretasi terhadap alam semesta dan segala ciptaan Allah, juga terhadap dirinya sendiri sebagai ciptaan Allah, untuk mengerti artinya itu apa sebagai manusia, artinya apa alam semesta, tujuannya untuk apa? Bagaimana mengerti segala sesuatu itu, kuncinya ada didalam wahyu khusus.

Kalau tidak ada wahyu khusus, manusia tidak dapat mengetahui apa tujuan dirinya berada, apa tujuan diciptakannya alam semesta.

Wahyu khusus didalam hal kehendak Allah secara personal diberikan didalam wahyu khusus saja. Jadi didalam wahyu umum kehendak Allah yang umum, itu diketahui. Tetapi secara personal, sifat personalnya Allah punya mau apa, hanya dapat diketahui oleh wahyu khusus.

Jadi Adam + Hawa waktu berhadapan dengan Allah sudah mengetahui tidak boleh ini, tidak boleh itu, tetapi kemauan pribadi Allah secara personal untuk misalnya dipanggil, untuk dekat atu untuk mengurus apa, itu tidak bisa diketahui tanpa wahyu khusus. Jadi pengetahuan baik dan jahat sampai tahap tertentu mandek.

Pengetahuan pribadi tentang Allah, dirinya Allah seperti apa, itu melalui wahyu khusus. Dirinya Allah itu siapa, kemauan Allah secara khusus itu apa? Ini hanya dapat diketahui melalui wahyu khusus.

Misalnya:

Kita tahu kemauan atau cara makan suami bagaimana, tetapi hari ini dia makan apa, perlu wahyu khusus! Jadi hal-hal umum tentang suami, sudah dikenal, tetapi wahyu khusus itu hal pribadi. Siapa suami saya, bagaimana karakternya, ini semua tidak diketahui bila dia tidak mengatakannya secara pribadi.

Jadi wahyu khusus terhadap Adam dan Hawa diberikan supaya mereka mengenal/mengetahui pribadi Allah itu apa dan bagaimana.

Pengetahuan tentang yang baik dan jahat pun didalam wahyu umum ada batasnya. Tetapi didalam wahyu khusus, Allah menyediakan tempat yang tidak dimiliki oleh wahyu umum. Jadi pengetahuan baik dan jahat itu pada hakekatnya, manusia bisa mengenal baik dan jahat itu adalah melalui 2 hal yaitu: wahyu umum dan wahyu khusus. Tetapi tingkat wahyu umum itu terbatas, sedangkan wahyu khusus itu melampaui wahyu umum.

Untuk hal ini pengetahuan yang baik dan jahat tidak dimiliki oleh manusia didalam kodrat dirinya sendiri, dia harus diberikan melalui wahyu khusus, maka dari itu sifat pengetahuan yang baik dan jahat ada bagian-bagian yang bersifat harus dinyatakan oleh Allah, tidak asli dari dalam dirinya tetapi dinyatakan, non original. Baik dan jahat itu seluruhnya, baik yang didalam dirinya maupun yang dinyatakan secara langsung baik wahyu umum maupun wahyu khusus itu sifatnya adalah ditentukan oleh Allah sendiri.

Jadi pengetahuan baik dan jahat tidak berdasarkan pertimbangan manusia sendiri, tetapi berdasarkan pada ketetapan Allah, ini baik maka ini baik, itu jahat maka itu jahat, ini benar maka benar, ini salah maka itu salah – ketentuannya terletak ditangan Allah saja.

Jadi kodrat manusia itu hanya menyetujui apa yang Allah katakana itu baik maka itu baik, maka manusia percaya kepada apa yang Allah katakana. Jadi disini manusia berperan pasif, hanya mengakui saja, beriman saja pada apa yang dikatakan Allah, benar ya benar, salah ya salah.

Jadi wahyu khusus itu hanya disampaikan dari mulut Allah secara langsung bukan melalui apa yang sudah ditanamkan didalam hati. Ditanamkan dalam hati ya dari Allah juga, ditentukan oelh Allah, hati nuraninya mempunyai pertimbangan hokum seperti apa juga ditentukan oleh Allah.

Dalam kondisi manusia sebagai gambar Allah dengan wahyu umum dan wahyu khusus maka hidup sejati didalam diri manusia yang pertama adalah didalam relasi personal yang intim tanpa ada jarak. Ada hubungan batin antara Bapa dengan Adam, Bapa mengenal Adam.

Tujuan Allah dengan relasi yang sedemikian intimnya supaya manusia bisa berbakti menyembah Allah. Supaya bisa bersekutu dengan Allah dan merefleksikan diri segambar dengan Allah ditengah-tengah alam semesta.

********************************************************************

 

PERJANJIAN ALLAH DENGAN MANUSIA

Setelah manusia diciptakan dengan gambar Allah dengan sikap moral yang luarbiasa yang mempunyai sifat-sifat Ilahi, sifat-sifat surgawi tetapi juga memiliki kesadaran moral yang sempurna, maka manusia berhadapan dengan Allah dan Allah mengadakan perjanjian:

COVENANT OF WORKS = PERJANJIAN PERBUATAN

(Istilah ini muncul dari golongan Reformed).

Isinya:

  1. Adam bertindak sebagai WAKIL/ REPRESENTATIF/ KEPALA bagi seluruh keturunannya. Jadi kalau Adam bertindak dosa, maka seluruh keturunannya terkena dosa (Hawa tidak ditunjuk sebagai wakil, Tuhan hanya menunjuk Adam saja).
  1. Manusia dengan ketaatan dan kesetiaan bila berhasil melalui ujian-ujian maka manusia beroleh HIDUP YANG KEKAL*). Tahap kesempurnaan yang paling tinggi adalah hidup kekal diusahakan melalui perbuatan-perbuatan. Ini sudah ada benih immortalitas, tetapi belum mencapai kepenuhan.

*) Hidup yang kekal = Hidup kekal bukan berarti masuk kedalam kekekalan, tetapi hidup dalam persekutuan dengan Allah yang kekal, Allah yang tak terbatas, dengan Allah sendiri bersatu didalam keterbatasannya sebagai manusia dengan Allah sendiri yang tak terbatas. Jadi manusia selama-lamanya diberi karunia untuk hidup tidak dapat berdosa.

  1. PELANGGARAN didalam ujian menghasilkan PENGHUKUMAN YANG KEKAL. Jikalau Adam gagal, melanggar perjanjiannya dengan Allah, maka seluruh keturunan Adam kena hukuman – kebinasaan kekal.

Sebelum Adam jatuh dalam dosa, tidak ada kematian. Manusia diciptakan dalam wadah ruang dan waktu.

Pada kondisi manusia pertama (Adam + Hawa) mereka bisa tidak berdosa tetapi tidak bisa tidak berdosa, potensi untuk bisa berbuat dosa itu ada, sebab mereka diberi kemauan bebas.

Datangnya perintah untuk jangan mengambil buah pohon pengetahuan baik dan jahat adalah suatu ujian, apakah manusia sudah tahu untuk tidak makan buah tersebut? = Tahu, melalui wahyu umum + wahyu khusus – karena Allah sudah menanamkan pengetahuan itu didalam hati manusia (wahyu umum).

Cornelius Van Til, theolog Reformed (sudah meninggal) mengatakan bahwa sebelum diberitahu (wahyu khusus) manusia sudah tahu bahwa ia tidak boleh makan buah tersebut, karena Tuhan sudah menanamkan dalam hati manusia, itu sudah mencakaup hal-hal umum.

Kalau melalui wahyu khusus – berarti manusia belum tahu bahwa ia tidak boleh makan buah tersebut.

Kejadian 2: 16 = Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas;

Genesis 2: 16 = And the LORD God commanded the man, saying, “Of every tree of the garden you may freely eat; (NKJV)

1.Mose 2:16 = Und Gott der HERR gebot dem Menschen und sprach: Du darfst essen von allen Bäumen im Garten;

MALAIKAT YANG POSISINYA TINGGI

  1. Gabriel
  2. Mikhael
  3. Lucifer – paling tinggi

Iblis memutar balikkan firman Allah dengan terang-terangan. Manusia pertama itu cerdas dan pintarnya luarbiasa. Tetapi iblis (= malaikat Lucifer) juga pintar sekali, karena dia diciptakan juga melalui gambar Allah.

Kejatuhan manusia dimulai dari PIKIRANNYA, pikirannya dirangsang oleh iblis.

Kejadian 3:6 = Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya-pun memakannya.

Genesis 3.6 = So when the woman saw that the tree was good for food, that it was pleasant to the eyes, and a tree desirable to make one wise, she took of its fruit and ate. She also gave to her husband with her, and he ate. (NKJV)

1.Mose 3:6 = Und das Weib sah, dass von dem Baum gut zu essen wäre und dass er eine Lust für die Augen wäre und verlockend, weil er klug machte. Und sie nahm von der Frucht und ass und gab ihrem Mann, der bei ihr war, auch davon, und er ass.

Disini manusia sudah berobah didalam hatinya – saat inilah manusia sudah jatuh. Pada waktu manusia belum didekati oleh iblis, manusia melihat buah pohon pengetahuan baik dan jahat itu didalam pengetahuan murni dan kesadaran moral Adam/Hawa, dengan muak – karena mereka tahu tidak boleh memakannya, tidak boleh dilihat-lihat atau diraba, apalagi memakannya. Karena didalam kodrat dirinya memang ia membenci hal-hal yang jahat. Disini adalah ujian, kalau dia bijaksana, maka dia tidak akan melirik-lirik buah tersebut.

Pada Kejadian 3:6 — sudah terjadi perubahan didalam hati manusia. Saat itulah terjadi kejatuhan dalam diri manusia. Jadi kejatuhan terjadi bukan pada saat memetik buahnya. Tetapi pada saat konsep pikirannya berubah. Memetiknya itu adalah buah daripada kejatuhan. Tadinya waktu melihat buah tersebut merasa muak, sekarang kok dilihat indah sekali. Ini karena sudah terkena bujukan iblis.

********************************************************************

 

KEJATUHAN MANUSIA DALAM DOSA

1) Kejatuhan manusia didalam dosa, melibatkan totalitas keberadaannya. Kejatuhan itu dilakukan oleh manusia in the whole man, seluruhnya dia berdosa dengan highly intelektual, dengan segenap akal budinya, segenap hati dan segenap kekuatannya.

2) Didalam kesadaran sepenuhnya. Manusia pada waktu itu sudah tahu bahwa buah itu tidak boleh dipetik, tetapi pikiran manusia berubah dan dengan kesadaran dan pengetahuannya Yang sejati, dan pertimbangan yang masak dia memilih berbuat dosa (bukan khilaf atau mata gelap).

3) Dengan kebencian kemutlakan terhadap Allah. Dia benci secara mutlak, didalam kondisinya dia, total keberadaannya, dia melakukan dosa itu secara sadar dan betul-betul benci kepada Allah dengan segenap akal budinya, kekuatannya.

Sebelum memetik buah, Hawa sudah berdosa. Perubahan dari sifat sangat baik menjadi baik menjadi jahat – merupakan perubahan radikal, perubahan yang serta-merta, tuntas dan total. Perubahan transformasi yang total habis-habisan, drastis, langsung berubah: transformasi kualitas secara radikal maka dampaknya juga perubahan kualitas secara radikal.

 Yakobus 2:10 = Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

James 2:10 = For whoever shall keep the whole law, and yet stumble in one point, he is guilty of all. (NKJV)

Jakobus 2:10 = Denn wenn jemand das ganze Gesetz hält und sündigt gegen ein einziges Gebot, der ist am ganzen Gesetz schuldig.

Dosa yang mengakibatkan kejatuhan – dosa yang mengakibatkan perubahan konsep.

**************************************************************************

 

HAKEKAT DOSA

Dosa adalah penghancuran relasi-etis :

a) yang dihancurkan adalah relasi antara Manusia dengan Dirinya.

Dosa dalam hal ini adalah penyangkalan terhadap gambar Allah. Maka orang yang mau mengikut Yesus harus menyangkal dirinya. Sebab apa? Sebab sudah terjadi perubahan drastis, perubahan total, dia harus menyangkal dirinya sendiri yang sudah jatuh untuk kembali kepada gambar Allah.  Manusia menyangkali batas kemampuan dirinya, dia tidak puas terhadap dirinya sendiri: mengapa tidak seperti Allah. Padahal dia sudah seperti Allah, tetapi dia tidak puas seperti Allah yang seperti itu, dia ingin lebih lagi. Menyangkali batas kemanusiaan dirinya = tidak mau takluk pada ketetapan Allah terhadap dirinya, tidak mau dibatasi oleh Allah. Sikap manusia disini: TIDAK PUAS = TIDAK BERSYUKUR.

b) Menyangkal Allah yang Sejati.

Allah sudah memberikan batas-batas kemanusiaan bagi dirinya yaitu sebagai gambar Allah. Tetapi manusia ingin menjadi seperti Allah, dalam hal martabat, kedudukan dan kuasa. Dia ingin setara dengan Allah dengan cara menolak Allah sebagai Allah. Sikap manusia disini : CONGKAK.

Dua sifat yang penting sekali untuk mengerti KEJATUHAN: yaitu 1) tidak puas = tidak bersyukur. 2) congkak.  Jadi dosa yang pertama kali adalah: manusia yang tidak puas + tidak bersyukur dan congkak terhadap Allah.

JALAN untuk kembali kepada Allah harus rendah hati dan puas atas segala anugerah Allah. Tidak bersyukur = dosa besar!

LANGKAH MANUSIA DENGAN SENGAJA UNTUK MENGHANCURKAN RELASI-ETIS, yaitu 1) pada satu sisi manusia memutlakkan diri dan pada sisi lain manusia mendewakan diri sendiri. Allah = Mutlak, sedangkan manusia = tidak mutlak. Tetapi disini manusia memutlakkan diri dan mendewakan dirinya.

Waktu manusia memilih untuk berdosa, dia bersekutu dengan setan, dia pindah posisi ke blok setan.

Kejadian 3:5 = tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.

Genesis 3:5 = “For God knows that in the day you eat of it your eyes will be opened and you will be like God, knowing good and evil.” (NKJV)

1,Mose 3:5 = sondern Gott weiss: an dem Tage, da ihr davon esset, werden eure Augen aufgetan, und ihr werdet sein wie Gott und wissen, was gut und böse ist.

*********************************************************************

 

AKIBAT KEJATUHAN

Manusia yang dilengkapi dengan sifat-sifat KODRATI : Ratio, emosi, kemauan dan sifat-sifat ISTIMEWA: pengetahuan & hikmat, kebenaran & keadilan, kesucian & kemurnian, dengan potensi-potensi dan karunia-karunia yang luar biasa, setelah mengalami kejatuhan, langsung hilang lenyap sama sekali. Kejatuhan ini mengakibatkan kerusakan sama sekali, seluruh bagian dicemari, dibusuki oleh dosa, sehingga seluruh potensi-potensi yang luarbiasa merosot jauh sekali, tetapi sifat kemanusiaan manusia tetap sebagai manusia. Manusia tidak berubah menjadi seperti binatang.

Didalam hal ini, yang kita sebut sifat-sifat istimewa sebagai gambar Allah ini (original righteousness) terhapus lenyap sama sekali, tidak ada bekas, lalu diganti dengan ORIGINAL CORRUPTION = korupsi yang asli = kerusakan yang total dari segala keberadaannya. Jadi pengetahuan & hikmat diganti dengan kebutaan tidak bisa mengerti suatu yang bersifat adikodrati/ supernatural lagi, dalam arti mengenal Allah, Kebenaran & Keadilan-nya pun sudah tidak ada lagi, diganti dengan KEBODOHAN, KETIDAK-MAMPUAN, KEKURANGAN, KEBUTAAN AKAL.

Setelah kejatuhan manusia tidak lagi mempunyai Pengetahuan Sejati tetapi sekarang diganti dengan Pengetahuan yang PALSU.

Roma 10:1- 3 = 1)Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan, 2)sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. 3)Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebeneran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

Romans 10:1-3 = 1)Brothers, my heart’s desire and prayer to God for Israel is that they may be saved. 2)For I bear them witness that they have a real zeal for God, but not according to knowledge. 3)For they being ignorant of God’s righteousness, have not submitted to the righteousness of God. (NKJV)

Romer 10:1-3 = 1)Liebe Brüder, meines Herzens Wunsch ist, und ich flehe auch zu Gott für sie, dass sie gerettet werden. 2)Denn ich bezeuge ihnen, dass sie Eifer für Gott haben, aber ohne Einsicht. 3)Denn sie erkennen die Gerechtigkeit nicht, die vor Gott gilt, und suchen ihre eigene Gerechtigkeit aufzurichten und sind so der Gerechtigkeit Gottes nicht untertan.

Jadi kondisinya manusia mengganti pengetahuan & hikmat dengan pengetahuan bikinannya sendiri. Yang tadinya pengetahuan & hikmat ini ditanamkan oleh Allah didalam hati manusia, sekarang setelah manusia jatuh dalam dosa, dia membuat hikmat bikinannya sendiri, yaitu kebeneran dibuat sendiri = kebenaran PALSU.

Sehingga akibatnya manusia tidak taat kepada Kebenaran Allah. Jadi kebenaran yang palsu itu melawan kebeneran yang sejati. Kesucian & kemurnian diganti dengan kenajisan dengan dosa, kejahatan, kemunafikan = ORIGINAL CORRUPTION, busuk, jelek, kotor, Najis, segala yang jelek.

Wahyu Allah didalam gambar Allah, setelah kejatuhan, wahyu khusus berhenti, stop. Allah tidak lagi mempunyai komunikasi dengan manusia, nah nanti akan dijembatani oleh karya Kristus, bertahap demi tahap diberikan melalui WAHYU. Sejak kejatuhan, wahyu-wahyu khusus, pengetahuan-pengetahuan yang bersifat sejati tidak lagi diberikan oleh Allah kepada manusia. Demikian pula wahyu umum didalam diri manusia setelah kejatuhan menjadi merosot sedemikian rupa.

Kesadaran manusia tentang Allah tidak hilang samasekali, sense of deity masih ada, tetapi sedemikian lemahnya, tetapi tetap masih ada, lemah dan dicemari. Apa yang manusia tentang diri Allah, yang dulu ditanamkan oleh Allah didalam hati manusia, sudah menjadi kabur, karena dosa yang sudah menggrogoti dirinya itu, dia menindas kebenaran wahyu umum didalam dirinya.

Roma 1:18-19 = 18)Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19)Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

Romans 1:18-19 = 18)For the wrath of God is revealed from heaven against all ungodliness and unrighteousness of men, who suppress the truth in unrighteousness. 19)because what may be known of God is manifest in them, for God has shown it to them. (NKJV)

Römer 1:18-19 = 18)Denn Gottes Zorn wird vom Himmel her offenbart über alles gottlose Wesen und alle Ungerechtigkeit der Menschen, die die Wahrheit durch Ungerechtigkeit niederhalten. 19)Denn was man von Gott erkennen kann, ist unter ihnen offenbart; denn Gott hat es ihnen offenbart.

Jadi sebetulnya manusia bisa tahu tentang Allah, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Disini manusia menindas kebenaran wahyu Allah dengan kelaliman, sehingga bagi orang yang terus-menerus menindas kebenaran wahyu umum didalam hatinya, ini lama-kelamaan bisa menjadi orang atheis, dalam hidupnya tidak memperdulikan Allah sama sekali.

Tetapi orang yang didalam tahap-tahap yang masih dianugerahi anugerah umum diluar dirinya, penindasan itu bisa agak dikurangi. Makin orang itu peka terhadap anugerah umum, mungkin melalui agama, atau pendidikan, maka orang ini (bukan makin baik) tetapi apa yang sudah rusak itu masih kelihatan segi-segi agamanya. Penggantian ini bukan terjadi karena kemauan Allah sendiri (kemauan asli Allah) tetapi karena akibat dosa, jadi Allah menghukum dosa, hukuman Allah terhadap pelanggaran perjanjian itu, sehingga Allah merobah gambar Allahnya.

**********************************************************

 

BEDANYA MANUSIA DENGAN SETAN

Kita lihat sekarang bedanya dengan setan. Kalau setan, perbuatan dosanya dengan manusia yang berbuat dosa itu sama dosanya. Tetapi bedanya setan berbuat dosa secara rohani, bukan didalam keberadaan secara jasmani, sebab setan memang tidak diberi jasmani, mahluk roh. Tetapi manusia berbuat dosa didalam keberadaannya sebagai mahluk rohani yang berjasmani. Manusia adalah gambar Allah, bukan dimengerti jasmaninya tetapi rohaninya.

Setan:

Ratio, emosi dan kemauannya juga tidak hilang (lucifer), tetapi disini perbedaannya, original corruption corruption setan  ini lebih dalam lagi tingkatannya. Kalau manusia sifat kerusakan totalnya menunjukkan kepada luasnya sudah mencapai seluruh kodrat manusia, tetapi masih dalam tingkat terbatas, sedangkan ketika setan (luficer) berbuat dosa, tingkat kerusakan totalnya sudah mencapai tingkat mutlak, penuh, tidak ada lagi bekas-bekasnya. Kalau manusia yang sudah jatuh ini tidak mau bertobat, kelak kerusakan totalnya menjadi sangat dalam. Tingkat/ degree dari kerusakan total manusia tidak membuat manusia menjadi jahat sejahat-jahatnya, sebab itu diberikan oleh Allah melalui anugerah umum. Tetapi gambar Allah didalam malaikat lucifer (bintang fajar) itu kerusakannya tidak lagi dibatasi dalam arti tidak ada anugerah umum bagi setan, itulah bedanya, bukan karena manusia lebih baik sedikit daripada setan, tidak. Tetapi berdasarkan atas anugerah Allah saja, penentuan berdasarkan atas anugerah Allah sendiri. Sehingga Allah masih berbelas kasihan kepada manusia. Bukan itu saja, anugerah khusus juga tidak diberikan kepada setan yang jatuh, tidak ada penebusan bagi setan. Padahal sama-sama manusia dan setan dua-duanya jatuh dalam dosa.

Anugerah umum diberikan Allah kepada manusia supaya tingkat kerusakannya tidak menjadi sampai tak terhingga. Tetapi jikalau Allah murka, manusia dibiarkan seperti setan, sehingga tingkat kerusakannya seperti yang dialami setan. Misalnya Firaun, Allah sendiri mengeraskan hatinya, akibat dari dosa Firaun sendiri. Jadi Allah menghukum dengan mengeraskan hatinya. Salah tidak kalau Allah mengeraskan hati Firaun? Tidak! Kalau salah, berarti kita membalikkan norma, karena yang menentukan norma salah atau benar adalah Allah, bukan kita. Karena Allah menghukum berdasarkan pada keadilan dan kesucian. Kita harus tunduk kepada penghakiman Allah.

Allah memberikan wahyu adalah dalam tahap pemulihan, satu persatu bertahap wahyu diberikan. Allah memberikan wahyu umum dan wahyu khusus itu bukan berdasarkan cuma-cuma, tetapi Allah sudah menyediakan konsekwensinya yaitu kematian Kristus. Jadi anugerah itu diberikan, baik anugerah umum maupun anugerah khusus, adalah karena Kristus, maka Allah berkenan memberi anugerah, tanpa Kristus, kalau Kristus tidak mati bagi kita, tidak ada anugerah umum maupun anugerah khsusus. Jadi itu dalam tahap Allah ingin memulihkan gambar Allah yang sudah jatuh itu, sekaligus Ia ingin memilih orang untuk diselamatkan.

Manusia jatuh dalam dosa, memang dibujuk oleh setan, tetapi manusia dirinya sendiri memang mau berdosa. Jadi jatuhnya manusia itu atas kemauan dirinya sendiri. Faktor pencetusnya untuk perangsangnya memang setan, tetapi keputusan finalnya adalah dari dirinya sendiri. Jadi orang berzinah itu adalah kemauan diri sendiri karena keputusan dipilih oleh manusia sendiri untuk melakukannya, bukan dari setan.

Sejak manusia sudah jatuh dalam dosa, didalam diri manusia itu sendiri sudah ada godaan-godaan, tidak usah digoda oleh setan.

Bila orang yang sudah berdosa dan terus menerus melakukan dosa, dia mematikan hati nuraninya sendiri, sehingga tingkat kerusakannya semakin tinggi, lama-kelamaan tingkat kepekatan rusaknya seperti setan.

****************************************************************

PERBEDAAN ANTARA ALLAH DENGAN GAMBAR ALLAH berdasarkan KODRATNYA

ALLAH

  1. Asli /mutlak (beda kualitas)
  2. Tidak terbatas/maha
  3. Kekal
  4. Tidak berubah.

GAMBAR ALLAH

  1. Fotokopian/tidak mutlak
  2. Terbatas
  3. Sementara (Pribadi dan fisiknya bersifat immortal = ada waktu mulainya tapi tidak ada waktu berakhir. Setelah kejatuhan menjadi mortal)
  4. Berubah,

Perbedaan antara Allah dengan gambar Allah itu mutlak, maka gambar Allah mutlak harus bergantung, bersandar penuh kepada Allah. Untuk keberadaannya-pun tidak bisa ada, bila tidak ditopang oleh Allah yang maha mutlak. Dia ada, eksistensinya bisa berada, jikalau eksistensinya itu setiap detik ditopang oleh eksistensi Allah sendiri.

Keberadaannya supaya berlanjut, action kehidupannya, bukan saja keberadaannya tetapi hidupnya dan segala sikap tingkah lakunya itu bisa dinyatakan bila ditopang oleh kuasa Allah sendiri. Yang terbatas tidak mungkin menjadi tak terbatas.

**********************************************************************